Resume Chapter 14: Enterprise and Global Management of Information Technology

Ujian                                   : Take Home No 4

Dosen                                  : Dr. Ir. Arif Imam Suroso, M.Sc.

Mata Kuliah                   : Sistem Informasi Manajemen

Waktu Upload               : 25 September 2012

Waktu Penyerahan   : 26 September 2012

 

Chapter 14: Enterprise and Global Management of Information Technology

Mengelola Teknologi Informasi

Pentingnya strategi dan operasi teknologi informasi dalam bisnis tidak lagi diragukan. Seperti yang tampak dalam abab ke-21, banyak perusahaan di seluruh dunia berkeinginan untuk mengubah dirinya sendiri menjadi pembangkit daya (power house) bisnis global melalui berbagai investasi besar dalam e-business, e-commerce, dan usaha TI lainnya yang global. Teknologi informasi adalah komponen penting dalam keberhasilan bisnis perusahaan saat ini. Akan tetapi, tekonolgi informasi juga merupakan sumber daya bisni penting yang harus dikelola dengan benar. Oleh karenanya, mengelola sistem dan teknologi informasi yang mendukung proses bisnis modern saat ini, adalah tantangan besar untuk para manajer bisnis dan TI, serta para praktisi bisnis.

Pendekatan manajerial memiliki tiga komponen utama :

  1. Mengelola pengembangan dan implementasi bersama berbagai strategi bisnis/TI. Di pimpin oleh CEO dan CIO, proposal dikembangkan oleh para manajer bisnis dan pakar TI untuk menggunakan TI agar dapat mendukung prioritas strategis bisnis perusahaan.
  2. Mengelola pengembangan dan implementasi aplikasi dan teknologi bisnis/TI. Tanggung jawab utama dari CIO dan CTO.
  3. Mengelola organisasi TI dan infrastruktur TI. CIO dan para manajer TI berbagai tanggung jawab untuk mengelola pekerjaan para pakar TI yang biasanya diatur dalam berbagai tim proyek serta sub unit organisasi lainnya.

Perencanaan Bisnis/TI

      CEO dan CIO pada suatu perusahaan harus mengelola pengembangan strategi pelengkap dalam bisnis dan TI untuk memenuhi nilai pelanggan dan visi nilai bisnisnya. Proses perencanaan bisni TI memiliki tiga komponen utama:

  1. Pengembangan strategi. Mengembangkan berbagai strategi bisnis yang mendukung visi bisnis perusahan.
  2. Manajemen sumber daya. Mengembangkan berbagai rencana strategi untuk mengelola atau melakukan outsourcing atas sumber daya TI.
  3. Arsitektur teknologi. Membuat pilihan TI strategis yang mencerminkan arsitektur teknologi informasi yang didesain untuk mendukung usaha bisnis/TI perusahaan.

Arsitektur Teknologi Informasi

Arsitektur TI yang dibuat oleh proses perencanaan strategis bisnis/TI adalah desain konseptual, taua cetak biru,  yang meliputi komponen utama berikut ini:

  1. Platform teknologi. Internet, intranet, ekstranet, dan jaringan lainnya, sistem komputer, software aplikasi perusahaan terintegrasi memberikan infrastruktur dan komunikasi penggunaan strategis teknolgi informasi
  2. Sumber daya data. Database operasional dan khusus, termasuk data dan database internet yang menyimpan dan memberikan data serta informasi untuk proses bisnis dan dukungan keputusan.
  3. Arsitektur aplikasi. Aplikasi bisnis dari teknologi informasi didesain sebagai arsitektur terintegrasi atau portofolio dari sistem perusahaan yang mendukung usaha  bisnis yang strategis.
  4. Organisasi TI. Struktur organisasi dari funsi SI dalam perusahaan penyebaran para pakar SI di desain utnuk memenuhi strategi yang berubah dari bisnis.

Mengatur TI.

Pada awal-awal tahun komputasi, perkembangan komputer mainframe besar dan jaringan serta terminla telekomunikasi menyebabkan pemusatan hardware, software, database dan pakar informasi di tingkat perusahaan dari suatu organisasi. Selanjutnya, perkembangan minikomputer dan mikrokomputer mempercepat tren penyusutan, yang mengkonfirmasikan pergerakan kembali menuju desentralisasi oleh banyak perusahaan. Hal ini mendorong pergeseran ahli database dan informasi ke beberapa departemen, dan mendorong pergeseran ahli database dan informasi ke beberapa departemen, dan mendorong pembuatan pusat informasi untuk mendukung komputsai oleh pemakai akhir dan kelompok kerja.

Mengelola Perkembangan Aplikasi

Manajemen pengembangan aplikasi melibatkan pengelolaan berbagai aktivitas seperti analisis dan desain sistem, pembuatan prototipe, pemograman aplikasi, manajemen proyek, jaminan kualitas dan pemeliharaan sistem untuk semua proyek pengembangan bisnis/TI yang besar. Pengembangan aplikasi membutuhkan berbagai aktivitas tim yang terdiri daripada analis sistem, pengembangan software, dan pakar SI lainnya yang bekerja dalam berbagai proyek pengembangan sistem informasi.

Mengelola Operasi SI

Manajemen operasi SI berkaitan denagn penggunaan sumber daya hardware, sorftware, jaringan, dan sumber daya manusia dalam perusahaan atau pusat data, unit bisnis dari sebuah organisasi. Sebagian besar aktivitas manajemen di otomatisasi melalui penggunaan paket software untuk manajemen kinerja sistem komputer. Pemonitor kinerja sistem ini memonitor pemrosesan pekerjaan komputer, membantu mengembangkan jadwal terencana operasi komputer yang dapat mengoptimalkan kinerja sistem komputer, serta menghasilkan statistik terinci yang tidak ternilai harganya untuk perencanaan dan pengendalian kapasitas komputer yang efektif. Pemonitor kinerje sistem juga memasok informasi yang dibutuhkan oleh sistem pembebanan kembali yang mengalokasikan biaya ke para pemakai berdasarkan pada layanan informasi yang diberikan.

Manajemen Sumber Daya Manusia dalam TI

            Keberhasilan atau kegagalan dari organisasi layanan informasi terutama terletak pada kualitas orang-orangnya. Banyak perusahaan yang menggunakan komputer merekrut, melatih, dan melatih kembali personel SI yang berkualifikasi sebagai salah satu tantangan mereka. Salah satu pekerjaan yang paling penting dari para manajer layanan informasi adalah untuk merekrut personel yang berkualifikasi dan untuk mengembangkan, mengatur, serta mangarahkan kemampuan kinerja yang ada saat ini.

Manajemen Teknologi

            Manajemen dari teknologi yang berubah denagn cepat adalah hal penting untuk organisasi apapun. Perubahan dalam teknologi informasi, seperti kebangkitan PC, jaringan klien/server, dan internet serta intranet, telah datang secara cepat dan secara dramatis, serta diperkirakan akan berlanjut dimasa mendatang. Teknologi semacam ini meliputi internet, intranet dan berbagai e-commerce dan teknologi kerja sama, serta sofware perusahaan terintregasi untuk manajemen hubungan pelanggan, ERP, dan manajemen rantai pasokan. Di banyak perusahaan, manajemen teknologi merupakan tanggung jawab utama dari CTO, yang bertanggung jawab atas semua perencanaan dan penggunaan teknologi informasi.

Kegagalan dalam Manajemen TI

Mengelola teknologi informasi bukanlah tugas yang mudah. Fungsi sistem informasi memiliki masalah kinerja dalam banyak organisasi. Terbukti bahwa dalam banyak organisasi, teknologi informasi tiadak digunakan secara efektif dan efesien. Contohnya :

  1. Teknologi informasi tidak digunakan secara efektif oleh berbagai perusahaan yang menggunakan TI terutama untuk mengkomputerisasikan proses bisni tradisional dan bukannya untuk mengembankan proses e-business yang inovatif denagn melibatkan pelanggan, pemasok dan mitra bisnis lainnya, e-commerce, serta pendukung keputusan yang dijalankan melalui Web.
  2. Teknologi informasi tidak digunakan secara efesien oleh sistem informasi yang meberikan waktu respon yang lama dan sering kali mati, atau pakar dan konsultan SI yang mengelola berbagai proyek pengembangan aplikasi denagn tidak benar.

Manajemen TI Global

Mengembangkan strategi bisnis dan TI yang tepat untuk pasar global harus merupakan langkah awal dalam manajemen teknologi informasi global. Begitu hal tersebut dilakukan, pemakai akhir dan para manajer SI dapat berpindah ke pengembangan portofolio aplikasi bisnis yang dibutuhkan untuk mendukung strategi bisnis/TI. Hardware, sofware, dan standar teknologi berbasis internet untuk mendukung bebagai aplikasi itu.

Tantangan Budaya, Politik, dan Geoekonomi

Manajemen teknologi informasi global harus berfokus pada pengemabangn strategi TI bisnis global dan mengelola portofolio aplikasi e-busines global, teknolgi internet, standar database, dan proyek pengembangan sistem. Tantangan politik terbesar adalah banyak negara yang memiliki peraturan, yang meregulasi atau melarang transfer data lintas batas nasioanal mereka terutama informasi personal seperti catatan pribadi. Tantangan geoekonomi dalam bisnis global dan TI merujuk pada pengaruh geografi atas kenyataan ekonomi dalam aktivitas bisnis internasional. Tetapi, masih terdapat masalah dalam perbedaan besar biaya hidup serta biaya tenaga kerja di berbagai negara. Kesemua tantangan geoekonomi ini harus ditangani ketika mengembangkan strategi bisnis/TI global. Tantangan budaya menghadapi bisnis global dan para manajer TI memasukan berbagai perbedaan dala bahasa, ketertarikan budaya, agaman kebiasaan, perilaku sosial, dan filosofi politik. Para manajer TI global harus dilatih dana menajamkan pemahaman atas perbedaan budaya semacam ini sebelum mereka dikirim keluar negeri atau dibawa ke negara asala perusahaan.

Tabel 1. Perusahaan yang beroperasi secara internasional bergeser menuju strategi bisnis dan TI lintas negara.

Membangun Strategi Bisnis/TI global

Internasional

Global

Lintas Negara

Operasi mandiri Pencarian sumberdaya global Operasi bisnis virtual melalui persekutuan global
Hanya didaerah tertentu Multiregional Pasar dunia dan penyamaan massal
Integrasi vertikal Integrasi horizontal E-commerce dan layanan pelanggan global
Pelanggan tertentu Terdapat transparansi pelanggan dan produksi Produksi yang transparan
Produksi terbatas Lintas regionalisasi Rantai pasokan dan logistik global
Segmentasi pelanggan dan pengkhususan berdasarkan daerah serta pabrik Manajemen sumberdaya yang dinamis
Karakteristik Teknologi Informasi
Sistem yang berdiri sendiri Desentralisasi regional Terkonsolidasi secara logis: secara fisik terdistribusi, dan dihubungkan dengan internet
Desentarlisasi/tidak standar Bergantung pada interface Sumberdaya data bersama diseluruh dunia
Ketergantungan besar pada interface Terdapat konsolidasi aplikasi dan penggunaan sistem bersama Sistem perusahaan global terintgrasi
Multisistem, layanan dan operasi yang tinggi redudansi dan duplikasinya Pengurangan duplikasi operasi Aplikasi interner. Intranet, ekstranet dan aplikasi yang dijalankan melalui Web
Kurang terdapat sistem dan data yang sama Terdapat standar yang berlaku untuk operasi diseluruh dunia Kebijakan dan standar TI lintas negara

 Standar TI global

Manajemen atas standar teknologi adalah dimensi lain dari manajemen TI global yaitu, mengelola hardware, software, sumber daya data, jaringan telekomunikasi, dan fasilitas komputasi yang mendukung operasi bisnis global. Mengelola jaringan komunikasi data internasonal, termasuk internet, intranet, ekstranet, dan jaringan lainnya adalah tantangan utama TI global. Pergerakan bisnis untuk TI global terdiri dari Pelanggan Global, pelanggan adalah orang-orang yang berpergian kemana saja atau perusahaan denagn operasi gloabal TI global dapat membantu menyediakan layanan cepat dan nyaman. Produk Global, produk sama diseluruh dunia atau dirakit oleh anak perusahaan di seluruh dunia. Operasi global, bagian-bagian dari proses produksi atau perakitan ditugaskan ke anak perusahaan berdasarkan pada perubahan ekonomi atau kondisi lainnya. Smuber daya global, penggunaan dan biaya dari perlengkapan, fasilitas, dan orang-orang di selurh dunia dibagi bersama anak-anak perusahaan dari sebuah perusahaan global. Kerja sama global, pengetahuan dan keahlian para mitra kerja dalam perusahaan global dapat dengan cepat diakases, dibagi, dan diatur untuk mendukung usaha perorangan atau kelompok. Berbagai isu akses data global, Isu-isu akses data gloabl selama ini merupakan subjek kontroversi politik dan hambatan teknologi dalam operasi bisnis global selama bertahun-tahun, tetapi telah menajdi makin jelas bersama dengan pertumbuhan internet serta tekanan e-commerce.

Perkembangan sistem global

Bayangkan usaha berbagai tantangan untuk mengembangkan aplikasi yang efesien, efektif, dan responsif untuk para pemakai akhir dari kelompok perusahaan secara domestik. Kemudian kalikan jumlah itu dengan jmulah negara dan budaya yang menggunakan sistem e-business global. Sistem global adalah tantangan dari mengeloal perkembangan sistem global. Pada dasarnya, terdapat konflik antara persyaratn sistem lokal dengan global, dan terdapat kesulitan dan menyepakati fitur sistem bersama seperti interface pemakai yang multibahasa serta standar desain yang fleksibel. Isu perkembangan sistem global lainnya yang penting berhubungan dengan standarrisasi global tentang definisi data. Definisi data yang umum penting untuk berbagai data antarbagian dari bisnis internasional. Perbedaan dalam bahasa, budaya, dan standar teknologi dapat membuat standardisasi data global menjadi culup sulit dilakukan.

Strategi pengembangan sistem

Beberapa strategi dapat digunakan untuk mengatasi beberapa masalah pengembangan sistem yang timbul dalam TI global. Pertama-tama adalah menguabh aplikasi yang digunakan oleh kantor induk ke dalam aplikasi global. Pendekatan lainnya adalah beberap tim pengambangan multinasional dengan orang-orang penting dari beberapa anaka perusahan untuk meamstikan bahwa desain sistem tersebut sesuai dengan kebutuhan situs lokal dan kantor pusat perusahaan. Pendekatan ketiga sebagai pengembangan paralel. Dalam pendekatan ini, seluruh sistem dapat ditugaskan untuk pengembangan anak perusahan tertentu berdasarkan pada keahlian mereka dalam dimensi bisnis atau teknis yang dibutuhkan untuk keberhasilan pengembangan. Pendekatan terkhir yang dengan cepat telah menjadi pilihan pengembangan utama adalah melakukan outsourcing kegiatan pengemabngan ke perusahaan pengembangan gloabl atau luar negeri yang meiliki keahlian serta pengalaman ynag dibutuhkan untuk mengembangkan aplikasi bisnis/TI global.

Leave a Reply


Refresh



Current ye@r *